Funiture merupakan salah satu kebutuhan dalam setiap rumah. Fungsinya tak hanya untuk memperindah interior dalam rumah, tapi juga untuk sebuah estetika yang mencitrakan kepribadian si pemilik rumah, selain fungsi utamanya yang menjadi alat untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Perdagangan furniture merupakan salah satu komponen penting di dalam perdagangan dunia untuk kategori produk-produk manufaktur, dan setiap tahun volume ekspornya tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan per kapita dunia. Kedua faktor ini merupakan sumber utama pertumbuhan permintaan dunia terhadap mebel. Jika pada tahun 1997 nilai perdagangan furniture dunia tercatat sekitar 41 miliar dollar AS, pada tahun 2005 nilainya mencapai 80 miliar dollar AS.
Namun yang memprihatinkan, negara Indonesia sebagai salah satu negara eksportir bahan kayu mentah dunia, malah hanya mengekspor mebel untuk pasar dunia sebesar 0,088 miliar dollar AS per tahunnya. Indonesia berada di bawah Malaysia dengan pertumbuhan 1,80, yang bahkan perlu mengekspor bahan kayu untuk memproduksi produk mebelnya sendiri. Usaha mebel telah lama dikenal di Indonesia karena merupakan budaya turun temurun. Walaupun Indonesia memproduksi mebel dari berbagai bahan baku seperti kayu, rotan, besi dan plastik, produksi dan ekspor mebel kayu merupakan komponen terbesar dengan proporsi 75%. Sentra mebel kayu ukir-ukiran terkenal di Indonesia terutama berada di kota Jepara., lalu diikuti oleh kota Semarang, Solo, dan Surabaya. Sedangkan mebel rotan berada di Cirebon.
Industri permebelan di Indonesia didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM), tetapi kebanyakan adalah usaha mikro/rumah tangga. Banyak dari mereka bekerjasama dengan industri-industri besar atau perusahaan-perusahaan pemasaran (trading houses).
Tenaga kerja yang diserap baik langsung maupun tidak langsung mencapai 5 juta jiwa, dengan demikian industri ini telah menghidupi sekitar 20 juta jiwa. Selain mebel ukir, Indonesia yang memiliki 300 lebih suku yang tersebar di Indonesia, tentu memiliki berbagai budaya yang menghasilkan manifestasi hasil kebudayaan berupa barang seni, misalnya tembikar, pajangan, patung, dan lain lain. Barang hasil seni akan mempunyai nilai seni yang tinggi yang dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi pula.
Saat ini di setiap daerah di Indonesia telah memiliki berbagai macam wadah atau toko yang menjual berbagai produk hasil buah karya rakyat Indonesia. Namun tak pelak industri perdagangan furniture juga terkena imbas dari serbuan impor produk furniture dari China dan berbagai negara Asia lainnya. Produk-produk dari China ini banyak menghiasi berbagai showroom di kota-kota besar di Indonesia. Hal ini mengancam perdagangan furniture dalam negeri kita. Seharusnya dengan kinerja masyarakat dan rasa cinta produk dalam negeri sendiri, kita lebih memilih produk buah karya masyarakat Indonesia.